Senin, 23 September 2013
Aku Wanita
Wanita tetaplah seorang wanita. Dulu dia adalah seorang gadis kecil yang selalu berlari mengejar apa yang diinginkannya. Beranjak remaja dia mulai mengenal dunia dimana dia mulai memahami bahwa bukan hanya keinginannya saja yang harus digapai. Tapi dia mulai mencoba untuk memahami keinginan orang lain atas keberadaan dirinya.
Lihatlah bagaimana ketika gadis remaja ini mulai jatuh cinta, dia akan belajar bagaimana cara agar pasangannya tetap berada disisinya. Dia akan mulai berkompromi dengan dirinya sendiri tentang apa yang sesuai atau tidak untuk dirinya dalam menjalani hubungan romantis ini. Dia juga mulai membina hubungan persahabatan yang lebih dalam. Akan menceritakan semua masalah yang sedang dia alami kepada sahabatnya itu. Masalah dengan keluarga, teman2 lain di sekolah bahkan hubungan romantisnya dengan kekasihnya. Bahkan gadis remaja ini akan lebih terbuka dengan sahabatnya daripada orangtuanya.
Ketika beranjak dewasa dia mulai memahami bahwa dia harua bisa mandiri. Berusaha untuk tidak bergantung pada siapapun. Mulai menyibukkan diri mengejar apa yang diinginkannya hingga terkadang lupa akan persahabatan yang ada sampai akhirnya semua menghilang tanpa kabar dan tinggallah dia merasa sendirian. Ketika dewasa, perempuan akan mulai memikirkan tentang berkeluarga dan berkarir. Bekerja bagi perempuan dewasa ini sebagai bentuk rasa eksistensi diri. Ketika dia menikah dan memiliki anak akan banyak kompromi yang dia lakukan. Tidak ada lagi kebebasan seperti dulu, perilaku yang semaunya sendiri. Dia akan mulai berkompromi terhadap posisinya sebagai seorang istri dimana ketika marah dia tidak akan meninggalkan suaminya, tidak memperhatikan, tidak mengurus suaminya. Dia akan berkompromi dengan kemarahannya itu dan berkata pada diri sendiri biarlah suami melakukan kesalahan pada dirinya dan tidak meminta maaf, tapi dia tetaplah suami yang menjadi imam bagi keluarga. Jadi bagaimana imam mau membawa keluarga ini sebagai istri dia harus menurutinya walau kadang tidak sesuai dengan prinsip dan keinginannya.
Sebagai seorang ibu dia perlahan akan mengabaikan kesenangannya. Dia akan lebih mengutamakan kesenangan anak dan suaminya. Segala egonya akan berusaha dia tekan agar dapat memberikan yang terbaik bagi anak2 dan suaminya. Mencoba belajar kembali agar dapat mengajari anaknya dan berusaha membuat mereka lebih hebat dari dirinya.
Begitulah seorang wanita dia akan tetap menjadi anak bagi orang tuanya, kekasih bagi suaminya dan ibu bagi anak2nya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar